adipraa.com - Hai, semangat pagi! Apa kabarnya sahabat adipraa dimanapun kalian berada, semoga dalam keadaan sehat, sejahtera dan bahagia selalu. Postingan kali ini adipraa mau bercerita pengalaman masuk Hotel Grand Aston Yogyakarta. Bukan staycation lho, kebetulan saya mendapat tugas dari tempat saya bekerja untuk menghadiri pertemuan di Hotel Grand Aston Yogyakarta. Aji mumpung, selagi ada kesempatan, lumayan bisa menjadi bahan cerita di blog ini. Apapun bisa jadi tulisan, asal ada niat dan usaha.
Grand Aston Hotel & Convention Center Yogyakarta |
Kita mulai cerita ini dengan sedikit menjelaskan lokasi hotel satu ini. Grand Aston Yogyakarta, sebuah hotel bintang lima yang beralamat di Jl. Urip Sumoharjo No. 37 Yogyakarta. Tak jauh dari Jalan Malioboro. Ancer-ancer bangunannya sendiri berada di depan Gardena Departement Store & Supermarket.
Ornamen Lampu di Ruang Lotus |
Sejak negara api menyerang (Baca: Pandemi COVID-19), baru kali ini saya mencicipi keluar masuk hotel lagi. Dan saya suka menikmati ornamen-ornamen interior yang ada di dalam hotel, kesempatan kali ini adalah Hotel Grand Aston Yogyakarta. Di dalam Ruang Lotus, tempat pertemuan yang saya ikuti berlangsung, ada ornamen daun yang berwarna emas menggantung di langit-langit. Saya kurang paham ini lampu atau bukan, tetapi menurut saya ini hiasan yang bagus karena bisa memantulkan sinar lampu. Berkilau-kilau gitu gaes!
Berfoto di depan lukisan |
Lanjut kepoin hiasan interior hotel lainnya, tepat di depan Ruang Lotus Hotel Grand Aston Yogyakarta, ada beberapa hiasan menarik bernilai seni yang bisa kita nikmati. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah beberapa lukisan gambar sosok lelaki memakai sorjan atau baju adat jawa dengan berbagai pose gaya berjajar rapi di sebelah pintu masuk Ruang Lotus. Kira-kira siapakah sosok yang ada di gambar itu ya? I don't know, and I don't want to know. Hehe.
Sosok lelaki ini berpose membawa sebuah wakul atau wadah nasi dengan berbagai posisi. Apa pesan yang tersirat dari lukisan ini, apakah sama seperti arti dari lagu "Gundul-Gundul Pacul" dimana Wakul merupakan lambang kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan yang dimaksud adalah kekayaan, sumberdaya, dan lain sebagainya. Hal ini bermakna bahwa, jika menjadi seorang pemimpin janganlah bersifat sombong dan semena-mena saat membawa wakulnya, jika tidak maka kesejahteraan tidak akan terdistribusi dengan baik dan merata. Inilah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan di masyarakat. Tentunya amanat merupakan suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari lukisan menarik ini di Hotel Grand Aston Yogyakarta.
Oke, sekian postingan kali ini. Terimakasih sudah membaca dengan seksama cerita ini, "Bukan staycation, hanya pengalaman masuk Hotel Grand Aston Yogyakarta". Sekali lagi semoga kita dapat mengambil pelajaran dari tulisan ini, salah satunya memaknai arti dari sebuah seni, seni lukisan yang ada di Hotel Grand Aston Yogyakarta. Sampai jumpa di cerita lainnya. Maturnuwun.
Aku lihat orang dengan baju adat Jawa ini kok mirip salah satu tokoh dari Wali Songo. Hehe...
ReplyDeleteAku justru udah lama banget nggak maen ke hotel. Sedih sekali rasanya. Huhu... Padahal ya pengen lho ke hotel kak.
Weh iyakah, saya hitung lukisannya jg berjumlah sembilan. Apakah ada makna wali sanganya ya... terimakasih sdh berkunjung kak
Deletekeren.....
ReplyDelete👍👍👌
Thank you for sharing
Ini salah satu hotel yg masuk listku juga, kalo nanti ke Jogja lagi :). Udah beberapa kali stay di Aston , tapi belum pernah ngerasain yg di Jogja ini. Tapi yakin banget sih pasti sama bagusnya dengan cabang2 Aston lain . Soalnya semua pengalaman ku menginap di Aston, selalu puas semuanya. Service, fasilitas dan rasa makanannya juga ga mengecewakan :).
ReplyDeletekeren ini hotel emang mas
ReplyDeleteaku cuma bisa lewat saja hehe kalo ke Enmpire dulu
lengkap banget fasilitasnya
aku suka kekepoannya, Mas
ReplyDeletePostingan ini rekomendasi klo nanti nyari hotel klo pas ada kesempatan ke Jogja :))
Makasih Mbak Pipit, semoga ada kesempatan ke Jogja...
DeleteMenarik banget, mas. Saya jadi rindu ke hotel, seumur-umur baru sekali ke hotel wkwkwk
ReplyDeleteDesain interior sebuah hotel emang ga bisa dilewatkan begitu saja. Desain-desain ini seperti menyampaikan tentang konsep yang diusung oleh hotel tersebut. Apalagi sebuah lobi hotel harus menarik, karena ini adalah tempat pertama yang dijumpai oleh tamu.
ReplyDeletebelum pernah masuk ke jaringan hotel Aston yang di Jogya
ReplyDeletejadi penasaran juga apakah bakalan sama "nyamannya" dengan aston di jember sini
Itu foto berdiri di depan lukisan kok kayak nyata ada patung2 orangnya ya mas? Keren. Ga apa2 ga staycation cuma mampir asyik juga kan :)
ReplyDeletehotelnya bagus, pengen berkunjung
ReplyDelete