Thursday, 5 February 2026

Daun Baru Rubber Plant Mulai Muncul

adipraa.com - Hobi merawat tanaman hias semakin terasa menyenangkan ketika kita mulai melihat tanda-tanda pertumbuhan baru, seperti pada rubber plant atau Ficus elastica yang mulai mengeluarkan daun muda dari seludang kemerahan. Momen ini sering jadi bagian paling memuaskan bagi pecinta tanaman, karena menandakan bahwa perawatan yang diberikan sudah tepat. Rubber plant sendiri dikenal sebagai tanaman hias daun dengan karakter kuat sekaligus tampilan yang elegan, membuatnya digemari untuk mempercantik interior rumah.
Pertumbuhan Rubber Plant
Pertumbuhan Rubber Plant

Keindahan rubber plant langsung terlihat dari bentuk daunnya yang besar, tebal, dan mengilap seperti dilapisi lilin alami. Permukaan daun yang halus dengan tulang daun tegas di bagian tengah memberi kesan rapi. Warna hijau tuanya dalam dan pekat, menciptakan nuansa sejuk namun tetap wah. Tanaman ini tidak perlu bunga berwarna-warni untuk mencuri perhatian, karena pesona utamanya memang terletak pada struktur dan kilau daunnya. Satu pot rubber plant saja sudah mampu menjadi pusat perhatian di sudut ruangan.

Pesona itu semakin terasa ketika tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan baru. Daun muda rubber plant muncul dari seludang (sheath) berwarna merah kecokelatan yang melengkung unik. Bentuknya menyerupai pita alami yang membungkus calon daun. Saat seludang tersebut perlahan membuka, daun muda berwarna hijau terang muncul dengan tekstur lembut sebelum akhirnya menebal dan berubah menjadi hijau tua mengilap. Gradasi warna dari merah ke hijau muda lalu hijau tua inilah yang membuat proses pertumbuhan rubber plant terlihat sangat indah dan “hidup”.

Bagi penghobi tanaman hias, fase pertumbuhan ini bukan hanya menarik secara visual tetapi juga menjadi tanda bahwa kondisi tanaman sehat. Sistem akar yang baik, pencahayaan cukup, dan kelembapan yang seimbang memungkinkan tanaman menghasilkan daun baru secara optimal. Rubber plant menyukai cahaya terang tidak langsung. Jika terlalu gelap, pertumbuhannya melambat; sebaliknya, sinar matahari langsung berlebihan bisa membuat daun terbakar. Menempatkannya dekat jendela dengan tirai tipis biasanya jadi pilihan ideal.

Selain cahaya, penyiraman juga berperan penting dalam menjaga keindahan tanaman. Saat tanaman aktif tumbuh, kebutuhan air sedikit meningkat, tetapi media tanam tetap harus dijaga agar tidak terlalu basah. Akar Ficus elastica rentan busuk jika tergenang. Media yang poros—misalnya campuran tanah, sekam bakar, dan kompos—membantu akar mendapat oksigen cukup sekaligus menjaga kelembapan stabil. Daun yang bersih dari debu juga terlihat lebih mengilap dan mendukung proses fotosintesis.
Kemunculan Daun Baru
Kemunculan Daun Baru

Kemunculan daun baru bisa menjadi waktu yang tepat untuk memberi nutrisi tambahan. Pupuk cair dengan kandungan nitrogen seimbang membantu pembentukan jaringan daun dan mempertahankan warna hijau yang sehat. Namun dosis tetap harus diperhatikan, karena pemupukan berlebihan dapat menyebabkan ujung daun mengering. Dalam merawat rubber plant, konsistensi jauh lebih penting daripada perlakuan berlebihan.

Bentuk tanaman yang tumbuh tegak dengan susunan daun simetris memberi kesan kokoh dan berwibawa. Rubber plant mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior, dari minimalis modern hingga tropikal. Ketika daun baru mulai mengeras dan warnanya berubah menjadi hijau tua mengilap, itu menandakan tanaman berhasil melewati fase adaptasi. Setiap lembar daun baru membuat tanaman tampak semakin rimbun dan segar.

Pada akhirnya, keindahan rubber plant bukan hanya soal tampilannya, tetapi juga pengalaman merawatnya. Melihat satu daun baru berkembang dari seludang merah kecil menjadi daun besar mengilap memberi rasa bangga dan ketenangan tersendiri. Proses yang perlahan namun pasti ini mengajarkan kesabaran sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana merawat tanaman.

Friday, 23 January 2026

Liburan Akhir Tahun 2025 ke Solo Part 2: Soto Gading, Solo Safari & Serabi Notosuman

adipraa.com - Setelah puas menikmati panggung malam show di Solo Safari yang penuh hiburan dan cahaya api yang memukau, malam itu kami memutuskan untuk beristirahat di Hotel Swiss-Belinn Boutique Solo. Badan sudah cukup lelah setelah perjalanan dan aktivitas sejak sore, jadi pilihan untuk langsung beristirahat terasa sangat tepat. Suasana hotel yang nyaman dan tenang membuat kami bisa melepas penat dengan maksimal. 
Liburan Keluarga di Solo Part 2
Liburan Keluarga di Solo Part 2

Pagi harinya, kami bangun dengan perasaan segar. Setelah bersiap, agenda kuliner pagi kala itu sudah menanti. Kami langsung meluncur ke Soto Gading 1 yang berlokasi di Jalan Brigjen Sudiarto No. 75, Surakarta, salah satu tempat makan legendaris yang sudah terkenal kelezatannya. Sesampainya di sana, suasana warung soto ternyata sangat ramai. Banyak pengunjung yang datang, sehingga kami harus antre terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat duduk. Meski harus menunggu, suasananya tetap terasa menyenangkan. Hiruk pikuk pengunjung justru menambah kesan bahwa tempat ini memang favorit banyak orang.
Alunan Musik di Soto Gading 1
Alunan Musik di Soto Gading 1

Di tengah keramaian itu, terdengar lantunan musik tempo dulu yang dimainkan oleh beberapa musisi menemani bersantap soto, memberi nuansa klasik dan hangat di dalam warung. 
Soto Gading
Soto Gading

Saat semangkuk soto akhirnya tersaji di depan kami, rasa lelah menunggu langsung terbayar. Kuah sotonya terasa segar, gurih, dan ringan, sangat pas dinikmati di pagi hari. Suasana ramai, musik lawas, dan aroma soto yang menggoda berpadu menciptakan pengalaman makan yang berkesan. 
Solo Safari di siang hari
Solo Safari di siang hari

Setelah kenyang, kami kembali melanjutkan petualangan ke Solo Safari untuk eksplorasi siang hari. Berbeda dengan suasana malam sebelumnya, di siang hari kami bisa melihat area dengan lebih jelas. Kami berjalan santai menyusuri berbagai zona satwa. 
Gajah di Solo Safari
Gajah di Solo Safari

Yang membuat saya senang, hewan-hewan di sana terlihat sehat, terawat, bahkan tampak gemuk-gemuk. Ini memberi kesan bahwa satwa-satwa tersebut dirawat dengan baik. Beberapa hewan yang paling menarik perhatian kami adalah kuda nil yang tampak santai di habitatnya, buaya muara yang terlihat gagah meski diam, serta gajah dengan ukuran tubuh yang benar-benar jumbo. Melihat hewan sebesar itu dari dekat memberikan pengalaman luar biasa, terutama bagi anak-anak yang terlihat takjub.
Berfoto bersama
Berfoto bersama

Di sela-sela berkeliling, kami juga menyempatkan diri berfoto bersama monyet dengan gayanya yang menarik. 
Serabi Notosuman
Serabi Notosuman

Setelah puas menjelajahi Solo Safari, tibalah saatnya kembali pulang ke Jogja. Namun sebelum meninggalkan Solo, kami tidak lupa mampir membeli oleh-oleh khas, yaitu Serabi Notosuman. Yang menarik, di tempat ini pengunjung bisa melihat langsung dapur pembuatan serabi yang memang disetting agar proses memasaknya terlihat. Kami bisa menyaksikan adonan dituangkan ke cetakan, dimasak di atas tungku, hingga serabi matang dengan aroma harum yang langsung menggoda. 
Dapur Pembuatan Serabi
Dapur Pembuatan Serabi

Melihat prosesnya secara langsung memberi pengalaman tersendiri, terasa lebih dekat dan autentik. Kami pun membeli beberapa kotak serabi untuk dinikmati dalam perjalanan pulang ke Jogja. Liburan ke Solo kali ini terasa lengkap.

Dari pertunjukan malam yang seru, sarapan soto di warung legendaris yang ramai hingga harus antre, eksplorasi satwa yang menyenangkan, sampai melihat langsung proses pembuatan serabi, semuanya menjadi rangkaian cerita menarik tentang kebersamaan keluarga di akhir tahun 2025. Fin.

Saturday, 10 January 2026

Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan

adipraa.com - Hobi tanaman memang selalu punya cara sendiri untuk menemani waktu luang, apalagi saat cuaca sedang tidak bersahabat. Hari ini, Ahad, 11 Januari 2026, hujan turun sejak pagi hari. Suasana mendung, udara sejuk, dan rintik hujan yang konsisten membuat aktivitas di luar rumah jadi terbatas. Daripada hanya rebahan dan merasa gabut, akhirnya saya kembali berkutat dengan hobi yang sudah cukup lama menemani keseharian, yaitu merawat tanaman hias. 
Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan
Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan

Pilihan pun jatuh pada tanaman favorit banyak orang belakangan ini, janda bolong atau monstera adansonii, yang sebelumnya sudah kami rendam dalam air untuk merangsang pertumbuhan akar. Ceritanya sudah saya publish di artikel sebelumnya. Proses pemindahan tanaman dari media air ke pot selalu memberi kepuasan tersendiri. Ada rasa senang sekaligus deg-degan, karena tahap ini cukup menentukan kelanjutan hidup tanaman. 
Dua Janbol sudah berpindah pemilik
Dua Janbol sudah berpindah pemilik

Pagi itu, saya memutuskan untuk memindahkan dua pot terlebih dahulu. Tidak terburu-buru, karena memang sengaja dilakukan bertahap. Sebelumnya, dua pot janda bolong yang lain sudah “dipinang” oleh pelanggan dan berhasil dikirim dengan aman ke daerah Palagan. Kesempatan ini juga menjadi momen untuk mengucapkan terima kasih kepada para pembeli yang sudah order. Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menekuni hobi tanaman, bahkan perlahan menjadikannya peluang kecil yang menyenangkan.
Akar sudah panjang
Akar sudah panjang

Saat tanaman diangkat dari rendaman air, terlihat jelas perkembangan yang cukup menggembirakan. Akar janda bolong sudah tumbuh panjang dan tampak sehat. Tidak hanya itu, di sela batang juga mulai muncul tunas daun kecil yang memberi harapan akan pertumbuhan daun baru dalam waktu dekat. Melihat tanda-tanda ini selalu menghadirkan rasa puas, seolah usaha merawat dan menunggu selama ini terbayar lunas. 

Media tanam yang digunakan pun dipersiapkan dengan sederhana namun tetap diperhatikan kualitasnya. Campuran tanah, sekam, dan sedikit kompos menjadi pilihan agar sirkulasi udara tetap baik dan akar tidak mudah membusuk. Setelah tanaman diposisikan dengan hati-hati ke dalam pot, media ditambahkan perlahan sambil ditekan ringan agar tanaman berdiri kokoh. Tidak lupa, pot diletakkan di area yang mendapat cahaya tidak langsung, karena janda bolong memang lebih menyukai sinar matahari yang lembut daripada paparan langsung.
Dua janbol siap dipindah dalam pot
Dua janbol siap dipindah dalam pot

Hujan di pagi hari justru menambah suasana tenang selama proses memindahkan tanaman ini. Tidak ada rasa terburu-buru, semua dilakukan sambil menikmati waktu. Hobi tanaman memang mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah kesabaran. Kita tidak bisa memaksa tanaman tumbuh lebih cepat, yang bisa dilakukan hanyalah merawat, memperhatikan, dan menunggu. Setiap hari ada saja kejutan kecil, entah itu akar baru, daun yang mulai membuka, atau warna hijau yang semakin segar.

Kedepannya, dua pot janda bolong yang baru dipindahkan ini akan terus dipantau perkembangannya. Jika dalam beberapa hari ke depan tanaman menunjukkan adaptasi yang baik dan apabila telah tumbuh empat hingga lima daun baru, barulah tanaman ini akan ditawarkan kembali. Tentunya setelah dipastikan benar-benar sehat dan siap berpindah tangan ke pemilik baru.

Ada kepuasan tersendiri ketika hobi yang dijalani dengan penuh ketelatenan ternyata juga bisa memberi manfaat lebih. Pada akhirnya, hobi tanaman bukan sekadar soal mengoleksi atau menjual, tetapi tentang proses menikmati setiap tahap pertumbuhan. Dari batang kecil yang direndam air, akar yang perlahan memanjang, hingga daun yang akhirnya tumbuh sempurna. Di tengah hujan pagi dan suasana yang tenang, merawat janda bolong hari ini menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana sering kali justru memberi kebahagiaan.