Friday, 23 January 2026

Liburan Akhir Tahun 2025 ke Solo Part 2: Soto Gading, Solo Safari & Serabi Notosuman

adipraa.com - Setelah puas menikmati panggung malam show di Solo Safari yang penuh hiburan dan cahaya api yang memukau, malam itu kami memutuskan untuk beristirahat di Hotel Swiss-Belinn Boutique Solo. Badan sudah cukup lelah setelah perjalanan dan aktivitas sejak sore, jadi pilihan untuk langsung beristirahat terasa sangat tepat. Suasana hotel yang nyaman dan tenang membuat kami bisa melepas penat dengan maksimal. 
Liburan Keluarga di Solo Part 2
Liburan Keluarga di Solo Part 2

Pagi harinya, kami bangun dengan perasaan segar. Setelah bersiap, agenda kuliner pagi kala itu sudah menanti. Kami langsung meluncur ke Soto Gading 1 yang berlokasi di Jalan Brigjen Sudiarto No. 75, Surakarta, salah satu tempat makan legendaris yang sudah terkenal kelezatannya. Sesampainya di sana, suasana warung soto ternyata sangat ramai. Banyak pengunjung yang datang, sehingga kami harus antre terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat duduk. Meski harus menunggu, suasananya tetap terasa menyenangkan. Hiruk pikuk pengunjung justru menambah kesan bahwa tempat ini memang favorit banyak orang.
Alunan Musik di Soto Gading 1
Alunan Musik di Soto Gading 1

Di tengah keramaian itu, terdengar lantunan musik tempo dulu yang dimainkan oleh beberapa musisi menemani bersantap soto, memberi nuansa klasik dan hangat di dalam warung. 
Soto Gading
Soto Gading

Saat semangkuk soto akhirnya tersaji di depan kami, rasa lelah menunggu langsung terbayar. Kuah sotonya terasa segar, gurih, dan ringan, sangat pas dinikmati di pagi hari. Suasana ramai, musik lawas, dan aroma soto yang menggoda berpadu menciptakan pengalaman makan yang berkesan. 
Solo Safari di siang hari
Solo Safari di siang hari

Setelah kenyang, kami kembali melanjutkan petualangan ke Solo Safari untuk eksplorasi siang hari. Berbeda dengan suasana malam sebelumnya, di siang hari kami bisa melihat area dengan lebih jelas. Kami berjalan santai menyusuri berbagai zona satwa. 
Gajah di Solo Safari
Gajah di Solo Safari

Yang membuat saya senang, hewan-hewan di sana terlihat sehat, terawat, bahkan tampak gemuk-gemuk. Ini memberi kesan bahwa satwa-satwa tersebut dirawat dengan baik. Beberapa hewan yang paling menarik perhatian kami adalah kuda nil yang tampak santai di habitatnya, buaya muara yang terlihat gagah meski diam, serta gajah dengan ukuran tubuh yang benar-benar jumbo. Melihat hewan sebesar itu dari dekat memberikan pengalaman luar biasa, terutama bagi anak-anak yang terlihat takjub.
Berfoto bersama
Berfoto bersama

Di sela-sela berkeliling, kami juga menyempatkan diri berfoto bersama monyet dengan gayanya yang menarik. 
Serabi Notosuman
Serabi Notosuman

Setelah puas menjelajahi Solo Safari, tibalah saatnya kembali pulang ke Jogja. Namun sebelum meninggalkan Solo, kami tidak lupa mampir membeli oleh-oleh khas, yaitu Serabi Notosuman. Yang menarik, di tempat ini pengunjung bisa melihat langsung dapur pembuatan serabi yang memang disetting agar proses memasaknya terlihat. Kami bisa menyaksikan adonan dituangkan ke cetakan, dimasak di atas tungku, hingga serabi matang dengan aroma harum yang langsung menggoda. 
Dapur Pembuatan Serabi
Dapur Pembuatan Serabi

Melihat prosesnya secara langsung memberi pengalaman tersendiri, terasa lebih dekat dan autentik. Kami pun membeli beberapa kotak serabi untuk dinikmati dalam perjalanan pulang ke Jogja. Liburan ke Solo kali ini terasa lengkap.

Dari pertunjukan malam yang seru, sarapan soto di warung legendaris yang ramai hingga harus antre, eksplorasi satwa yang menyenangkan, sampai melihat langsung proses pembuatan serabi, semuanya menjadi rangkaian cerita menarik tentang kebersamaan keluarga di akhir tahun 2025. Fin.

Saturday, 10 January 2026

Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan

adipraa.com - Hobi tanaman memang selalu punya cara sendiri untuk menemani waktu luang, apalagi saat cuaca sedang tidak bersahabat. Hari ini, Ahad, 11 Januari 2026, hujan turun sejak pagi hari. Suasana mendung, udara sejuk, dan rintik hujan yang konsisten membuat aktivitas di luar rumah jadi terbatas. Daripada hanya rebahan dan merasa gabut, akhirnya saya kembali berkutat dengan hobi yang sudah cukup lama menemani keseharian, yaitu merawat tanaman hias. 
Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan
Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan

Pilihan pun jatuh pada tanaman favorit banyak orang belakangan ini, janda bolong atau monstera adansonii, yang sebelumnya sudah kami rendam dalam air untuk merangsang pertumbuhan akar. Ceritanya sudah saya publish di artikel sebelumnya. Proses pemindahan tanaman dari media air ke pot selalu memberi kepuasan tersendiri. Ada rasa senang sekaligus deg-degan, karena tahap ini cukup menentukan kelanjutan hidup tanaman. 
Dua Janbol sudah berpindah pemilik
Dua Janbol sudah berpindah pemilik

Pagi itu, saya memutuskan untuk memindahkan dua pot terlebih dahulu. Tidak terburu-buru, karena memang sengaja dilakukan bertahap. Sebelumnya, dua pot janda bolong yang lain sudah “dipinang” oleh pelanggan dan berhasil dikirim dengan aman ke daerah Palagan. Kesempatan ini juga menjadi momen untuk mengucapkan terima kasih kepada para pembeli yang sudah order. Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menekuni hobi tanaman, bahkan perlahan menjadikannya peluang kecil yang menyenangkan.
Akar sudah panjang
Akar sudah panjang

Saat tanaman diangkat dari rendaman air, terlihat jelas perkembangan yang cukup menggembirakan. Akar janda bolong sudah tumbuh panjang dan tampak sehat. Tidak hanya itu, di sela batang juga mulai muncul tunas daun kecil yang memberi harapan akan pertumbuhan daun baru dalam waktu dekat. Melihat tanda-tanda ini selalu menghadirkan rasa puas, seolah usaha merawat dan menunggu selama ini terbayar lunas. 

Media tanam yang digunakan pun dipersiapkan dengan sederhana namun tetap diperhatikan kualitasnya. Campuran tanah, sekam, dan sedikit kompos menjadi pilihan agar sirkulasi udara tetap baik dan akar tidak mudah membusuk. Setelah tanaman diposisikan dengan hati-hati ke dalam pot, media ditambahkan perlahan sambil ditekan ringan agar tanaman berdiri kokoh. Tidak lupa, pot diletakkan di area yang mendapat cahaya tidak langsung, karena janda bolong memang lebih menyukai sinar matahari yang lembut daripada paparan langsung.
Dua janbol siap dipindah dalam pot
Dua janbol siap dipindah dalam pot

Hujan di pagi hari justru menambah suasana tenang selama proses memindahkan tanaman ini. Tidak ada rasa terburu-buru, semua dilakukan sambil menikmati waktu. Hobi tanaman memang mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah kesabaran. Kita tidak bisa memaksa tanaman tumbuh lebih cepat, yang bisa dilakukan hanyalah merawat, memperhatikan, dan menunggu. Setiap hari ada saja kejutan kecil, entah itu akar baru, daun yang mulai membuka, atau warna hijau yang semakin segar.

Kedepannya, dua pot janda bolong yang baru dipindahkan ini akan terus dipantau perkembangannya. Jika dalam beberapa hari ke depan tanaman menunjukkan adaptasi yang baik dan apabila telah tumbuh empat hingga lima daun baru, barulah tanaman ini akan ditawarkan kembali. Tentunya setelah dipastikan benar-benar sehat dan siap berpindah tangan ke pemilik baru.

Ada kepuasan tersendiri ketika hobi yang dijalani dengan penuh ketelatenan ternyata juga bisa memberi manfaat lebih. Pada akhirnya, hobi tanaman bukan sekadar soal mengoleksi atau menjual, tetapi tentang proses menikmati setiap tahap pertumbuhan. Dari batang kecil yang direndam air, akar yang perlahan memanjang, hingga daun yang akhirnya tumbuh sempurna. Di tengah hujan pagi dan suasana yang tenang, merawat janda bolong hari ini menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana sering kali justru memberi kebahagiaan.

Friday, 9 January 2026

Liburan Akhir Tahun 2025 ke Solo Part 1: Serunya Panggung Malam Show di Solo Safari

adipraa.com - Akhir tahun 2025 menjadi momen yang kami nantikan untuk sejenak rehat dari rutinitas harian. Tepat pada tanggal 25 dan 26 Desember 2025, saya bersama keluarga memutuskan untuk liburan ke Solo. Liburan ini kami rencanakan sederhana, tanpa target berkunjung ke banyak tempat, yang terpenting adalah menikmati perjalanan dan kebersamaan bersama keluarga kecil. 
Serunya Panggung Malam Show di Solo Safari
Serunya Panggung Malam Show di Solo Safari

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 3 sore. Suasana di perjalanan cukup ramai karena bertepatan dengan libur akhir tahun, namun hal itu tidak mengurangi semangat kami. Menjelang magrib, kami akhirnya tiba di Solo. Langit senja yang mulai gelap berpadu dengan lampu-lampu kota menciptakan suasana khas Solo yang tenang dan menenangkan, seolah menyambut kedatangan kami dengan hangat. 

Sesampainya di Solo, kami langsung memutuskan untuk menuju Solo Safari. Tujuan utama kami malam itu adalah menyaksikan panggung malam show yang dimulai pukul 18.30. Setelah memarkir kendaraan dan membeli tiket, kami berjalan menuju area pertunjukan. Suasana Solo Safari di malam hari terasa berbeda, dengan pencahayaan yang menarik dan pengunjung yang tampak antusias menunggu pertunjukan dimulai. Anak saya terlihat tidak sabar, sesekali bertanya tentang apa saja yang akan ditampilkan nanti. 
Solo Safari Dance Show
Solo Safari Dance Show

Panggung malam show di Solo Safari benar-benar memberikan hiburan yang menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. Pertunjukan dibuka dengan aksi dance yang enerjik, diiringi musik yang membuat suasana semakin hidup. Para penari tampil dengan kostum menarik dan gerakan yang kompak, membuat penonton ikut larut dalam semangat pertunjukan.
The Clown Solo Safari Show
The Clown Solo Safari Show

Setelah itu, atraksi badut hadir menghibur dengan aksi lucu dan interaksi langsung dengan penonton, terutama anak-anak, yang membuat tawa pecah di berbagai sudut tribun. 
Pertunjukan Api
Pertunjukan Api

Bagian yang paling ditunggu dan menjadi puncak keseruan adalah atraksi pertunjukan menggunakan api. Aksi ini sukses membuat penonton terpukau. Permainan api yang ditampilkan terlihat menegangkan sekaligus indah, dengan cahaya api yang menyala terang di tengah gelapnya malam. Anak saya tampak sangat menikmati momen ini. Wajahnya terlihat antusias, matanya berbinar, dan ia bertepuk tangan dengan penuh semangat setiap kali atraksi api ditampilkan. Bagi saya, melihat anak bahagia seperti itu sudah menjadi kepuasan tersendiri.
Binturong
Binturong

Tidak hanya pertunjukan dari para performer, panggung malam show ini juga menghadirkan hewan yang ikut tampil, yaitu binturong dan ular python. Kehadiran hewan-hewan ini menambah kesan unik sekaligus edukatif. Anak-anak bisa melihat langsung hewan yang jarang ditemui, sementara pemandu acara memberikan penjelasan singkat yang mudah dipahami. Hal ini membuat pertunjukan tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberikan pengetahuan baru, terutama bagi anak-anak. 
Tiket Solo Safari
Tiket Solo Safari

Menariknya, semua keseruan tersebut bisa dinikmati dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Dengan hanya membayar sekitar 50 ribu rupiah per orang, karena waktu itu adalah high season, libur akhir tahun. Kalau hari biasa harga tiketnya 35 ribu rupiah per orang. Meski agak sedikit naik, kami sudah bisa menyaksikan pertunjukan yang seru, lengkap, dan menyenangkan. Menurut saya, harga ini sangat sepadan dengan pengalaman yang didapat, apalagi untuk liburan keluarga. 
Boneka Jerapah Solo Safari
Boneka Jerapah Solo Safari

Kami juga menyempatkan diri untuk membeli merchandise Solo Safari sebagai kenang-kenangan. Anak saya memilih sebuah boneka jerapah yang lucu dan menggemaskan. Boneka ini menjadi simbol kecil dari kebahagiaan liburan kami kala itu. 
Wefie dulu gaes!
Wefie dulu gaes!

Liburan singkat ke Solo ini menjadi salah satu momen berharga di akhir tahun 2025. Menonton panggung malam show di Solo Safari, melihat antusias anak menyaksikan atraksi api, hingga membawa pulang boneka jerapah sebagai kenangan, semuanya menyatu menjadi cerita indah tentang kebersamaan keluarga. Eits, tak sampai disitu sahabat, masih ada cerita lainnya ya, akan saya bagikan di artikel selanjutnya. Terimakasih.